CNNislands

KAMBING BOER, KAMBING PEDAGING YANG SESUNGGUHNYA

0 11

Warga Indonesia biasanya menggemari daging kambing. Keadaan ini sangat menguntungkan para peternak. Kambing Boer merupakan opsi yang pas sebab pertumbuhannya yang sangat kilat dan persentase daging karkas yang besar.

Berbagai kambing telah banyak dibudidayakan para peternak. Salah satu antara lain merupakan kambing Boer. Hewan yang asal muasalnya dari Afrika Selatan ini mempunyai identitas spesial sehingga gampang dikenali. Berbeda dengan kambing pada biasanya, kambing Boer mempunyai badan yang lebar, panjang serta berbulu putih. Tidak hanya itu, kakinya agak pendek, berhidung cembung, bertelinga panjang menggantung, berkepala warna coklat kemerahan ataupun coklat muda sampai coklat tua. Sebagian kambing Boer mempunyai garis putih ke dasar di mukanya. Kulitnya bercorak coklat yang melindungi dirinya dari kanker kulit akibat sengatan cahaya matahari langsung. Kambing ini sangat suka sangai di siang hari.

Kambing Boer diucap pula kambing pedaging sebetulnya, karena pertumbuhannya yang sangat kilat. Pada usia 5 sampai 6 bulan, kambing ini bisa menggapai berat 35– 45 kilogram. Dibanding dengan kambing lokal, persentase daging pada karkas kambing Boer jauh lebih besar, menggapai 40%– 50% dari berat badannya. Sehingga tidak kelewatan jika banyak peternak tertarik membudidayakannya.

Buat membudidayakan kambing boer butuh dicermati sebagian perihal. Antara lain yang paling utama merupakan: bibit; kandang; pakan; penyakit, penanggulangan serta pencegahannya.

Bibit, bila tujuan pemeliharaan buat mengembangbiakan, perihal yang butuh dicermati dalam memilah kambing jantan: sehat; badan besar; bulu bersih mengkilap; tubuh panjang, kaki lurus, tidak cacat; tungkak besar, penampilan gagah; aktif serta nafsu kawinnya besar, gampang ereksi; buah zakarnya wajar( 2 buah, sama besar serta kenyal); hendaknya dari generasi kembar. Kambing betina: sehat, tidak sangat gendut serta tidak cacat; bulu bersih serta mengkilap; perlengkapan kelaminnya wajar; memiliki watak keibuan( mengurus anak dengan baik); ambing( buah susu) wajar( halus kenyal tidak terinfeksi ataupun terjalin pembengkakan); hendaknya berasal dari generasi kembar. Proses pernikahan, sehabis kambing merambah masa berusia kelamin. Isyarat berusia kelamin:

berusia 6- 8 bulan( mulai birahi). Usia awal kali dikawinkan 10– 12 bulan( buat betina), sebaliknya yang jantan mulai dipakai selaku pemacek berusia lebih dari 1 tahun. Ciri betina siap kawin: 1) Perlengkapan kelamin bagian luar membesar, basah, merah serta hangat; 2) Ekor digerak- gerakan; 3) Diam apabila dinaiki oleh pejantan. Waktu Kawin yang pas merupakan 12- 18 jam sehabis nampak isyarat birahi. Buat mempermudah proses kawin serta kurangi efek kegagalan hingga kambing betina serta pejantan dimasukkan dalam satu kandang.

Jauhkan terbentuknya pernikahan antar saudaranya ataupun anak dengan ayahnya, ataupun induk dengan anaknya. Ciri siap melahirkan: Pinggul mengendur, Ambing nampak besar serta putting susu terisi penuh, Perlengkapan kelamin bengkak kemerah- merahan serta lembab, Risau, Nafsu makan menyusut. Perawatan kambing yang baru lahir: 1) Perhatikan jalinan anak serta induk sehabis melahirkan apakah induk aktif menjilati serta menyusui anaknya; 2) Apabila induk tidak ingin menyusui anaknya, pegang induk serta dekatkan kepada anaknya sehingga anak bisa menyusu kepada induknya. Apabila senantiasa tidak ingin menyusui sepanjang lebih dari 4 jam bagikan susu bubuk putih+ gula 1 sendok teh+ 1 butir telur ayam+ 1 cawan air matang aduk serta minumkan dengan dorongan dot, bagikan 2 kali satu hari hingga induk ingin menyusui sendiri.

Perkandangan, tentukan dahulu posisi serta arah menghadapnya. Upayakan ke Timur, supaya kandang yang terbuat penuhi persyaratan kesehatan ternak. Ketentuan lain: 1) Kandang bisa terbuat dari bahan yang kokoh, murah biayanya serta ada di posisi; 2) Kandang beratap, diberi bilik dengan ventilasi supaya perputaran hawa lebih baik.

Pakan kambing lebih gampang serta bermacam- macam dibanding dengan pakan( hijauan) buat sapi. Kambing cenderung memakan seluruh tipe rumput, limbah pertanian, serta daun- daun pepohonan. Tetapi demikian butuh diberi penyeimbang ransum demi tercapainya hasil maksimal, supaya proses budidaya bisa berhasil. Rumput merupakan sumber tenaga ataupun tenaga dengan sedikit isi protein. Tipe rumput yang universal digunakan merupakan rumput lapangan. Tipe rumput yang dibudidayakan antara lain: Rumput Setaria, Rumput Brachiaria, Clitoria ternatea, serta lain- lain. Tidak hanya rumput, sisa hasil pertanian pula bisa digunakan antara lain: kulit serta daun singkong, daun pepaya, batang kangkung, daun jagung, jerami padi. Bisa pula digunakan pakan alternatif yang bersumber dari hasil olahan pertanian antara lain: dedak padi, ampas ketahui, serta lain- lain. Kebutuhan pakan: 1) Kambing Berusia 1 bagian daun+ 3 bagian rumput; 2) Kambing yang hendak dikawinkan 2 bagian daun berprotein+ 3 bagian rumput; 3) Kambing bunting 3 bagian daun+ 3 bagian rumput.

Penyakit, yang biasa melanda kambing merupakan penyakit cacing. Biasanya diakibatkan oleh parasit cacing dari kalangan cacing gilig, namun terdapat pula dari kalangan cacing pipih maupun cacing Pita. Indikasi: 1) Kambing terus menjadi kurus; 2) Bulu kambing berdiri serta kumal; 3) Nafsu makan menurun; 4) Kambing nampak pucat; 5) Kotoran lembek hingga mencret sehingga kandang kilat jadi kotor. Penanggulangannya,

memakai: 1) Obat tradisional: a) Daun nenas yang dekeringkan,

dihaluskan, setelah itu ditimbang 300 miligram buat 1 kilogram bobot tubuh kambing dicampur air setelah itu diminumkan diulang 10 hari sekali. Tetapi ingat, jangan diberikan pada ternak bunting; b) Dapat pula memakai daun nenas fresh dihilangkan durinya ditimbang 600 miligram buat 1 kilogram bobot tubuh kambing setelah itu diberikan kepada kambing diulang 10 hari sekali( pula jangan diberikan pada ternak bunting); 2) Obat pabrikan, umumnya digunakan albendazole, valbanzen ataupun ivermectin yang diulang tiap 3 bulan sekali.

Penangkalan, supaya bebas dari bermacam penyakit hingga usahakan: 1) kandang senantiasa bersih serta kering; 2) kotoran, sampah serta sisa pakan dibuang jauh dari posisi kandang ataupun terbuat kompos; 3) Jangan menggembalakan kambing pada pagi hari serta pada satu zona( upayakan berpindah- pindah); 4) Jangan bagikan rumput yang masih berembun; 5) Aritlah rumput 2- 3 centimeter diatas permukaan tanah. Demikian sekilas tentang kambing Boer beserta metode pembudidayaannya.

Read Also: The Ability Of Tea And The Way Of Tea Leaf

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.